Macam Macam Timbangan / Jenis Jenis Neraca

Macam macam timbangan atau jenis jenis neraca sebagai alat ukur massa sangat banyak di pasaran. Penggolongan jenis timbangan ini didasarkan atas banyak hal. Beberapa diantaranya diklasifikasikan berdasarkan tingkat ketelitian dan penggunaan catu daya litrik. Berikut kami uraikan jenis-jenis timbangan yang sering digunakan oleh masyarakat. Baca juga fungsi timbangan/neraca.

Macam Macam Timbangan / Jenis Jenis Neraca

Gambar Ilustrasi macam-macam timbangan

Macam Macam Timbangan / Jenis-Jenis Neraca

Neraca/timbangan banyak macamnya. Berikut adalah macam-macam neraca yang umumnya dikenal di masyarakat Indonesia:

Macam macam timbangan/neraca berdasarkan penggunaan catu daya (power supply) listrik

Neraca Analog

Neraca analog bekerja secara manual dan tidak memerlukan tenaga listrik. Disebut juga dengan timbangan teknis/mekanik. Jaman dulu, orang-orang banyak menggunakan neraca analog.

Neraca Digital (Neraca elektronik)

Neraca digital bekerja secara otomatis dan memerlukan tenaga listrik (timbangan elektrik). Di laboratorium, pasar swalayan, sekolah, apotek/farmasi, dan toko emas sekarang ini banyak menggunakan timbangan digital ini.

Perbedaan yang mencolok dari neraca digital dan neraca analog/mekanik adalah ada tidaknya display/monitor untuk menampilkan bobot benda tertimbang.

Macam Macam Timbangan/Neraca Berdasarkan Tingkat Ketelitiannya

Neraca Kasar atau timbangan biasa

Neraca ini umum digunakan, baik di rumah maupun ada di pasar. Neraca ini memiliki tingkat ketelitian yang rendah

Neraca Halus/mikro atau timbangan analitis

Neraca ini banyak digunakan di laboratorium karena memiliki tingkat ketelitian tinggi, bahkan hingga 3 digit (0.001 gram) atau 4 digit (0.0001 gram) atau dalam satuan miligram. Karena dipergunakan untuk keperluan analisis disebut juga dengan neraca analitik, neraca kimia atau neraca laboratorium. Untuk menghindari pengaruh udara, neraca analitik digital dilengkapi dengan pelindung kaca.

Di laboratorium, bahan atau zat tertimbang yang berupa padatan atau serbuk diletakkan di atas letak gelas arloji yang sudah diketahui bobotnya terlebih dahulu. Jadi fungsi gelas arloji adalah sebagai wadah penampung bahan karena sifatnya yang inert (tidak bereaksi dengan bahan). Yuk kita bahas jenis timbangan dan fungsinya beserta gambarnya.

Macam Macam Timbangan/Neraca berdasarkan penggunaannya

Timbangan domestik

Jenis timbangan ini banyak digunakan di rumah-rumah dan umum ditemukan di kamar mandi dan dapur. Oleh karenanya jenis timbangan yang masuk dalam kategori ini adalah timbangan dapur dan timbangan kamar mandi. Timbangan dapur dilengkapi dengan wadah (mangkok) dibagian atasnya sebagai wadah untuk menempatkan bahan yang ditimbang seperti gula dan tepung. Timbangan kamar mandi bentuknya datar dan digunakan untuk menimbang berat badan.

Timbangan komersil

Anda sering menjumpai jenis timbangan ini di pasar swalayan dan tradisional, di toko emas dan perhiasan, toko buah, dan area pergudangan. Beberapa jenis timbangan yang masuk dalam kategori ini adalah timbangan hitung, timbangan emas, timbangan beras, timbangan hitung dan timbangan duduk/jongkok. Timbangan hitung difungsikan untuk menghitung jumlah benda jika bobot per unitnya diketahui.

Timbangan industri

Jenis timbangan ini banyak digunakan di pabrik atau manufaktor. Contohnya adalah timbangan truk, timbangan palet, bench scale dan platform scale.

Timbangan presisi (precision)

Jenis timbangan ini banyak digunakan di laboratorium dan farmasi. Tingkat ketelitian jenis timbangan ini sangat tinggi hingga 0,0001 gram. Beberapa orang menyebutnya dengan timbangan miligram atau timbangan obat.

Referensi penggolongan timbangan berdasarkan penggunaan adalah bizfluent.com.

Macam Macam Timbangan/Neraca Berdasarkan Konstruksi dan Cara Kerjanya

Neraca pegas

Neraca ini bekerja dengan tarikan beban pada pegas. Semakin panjang pegas yang tertarik oleh beban, semakin berat bobot beban tersebut. Prinsip kerja ini dilandasi oleh prinsip gaya gravitasi, dengan rumus F=m*a. Jika percepatan gravitasi diketahui dan gaya regangan pegas diketahui maka, massa benda dapat dihitung.

Neraca tekan atau neraca duduk

Cara kerja neraca ini berkebalikan dengan neraca pegas. Umumnya banyak digunakan di dapur untuk menimbang bahan adonan kue atau masakan.

Neraca gantung/dacin

Cara kerja neraca ini seperti neraca lengan. Beban pemberat digunakan sebagai tolok ukur berat benda dan digerakkan dengan cara menggeser. Neraca ini perlu keseimbangan pada saat digantung.

Neraca jongkok

Jenis neraca ini umumnya digunakan untuk mengukur berat badan. Orang mengenalnya dengan timbangan kamar mandi.

Macam-macam Neraca Berdasarkan Merk

  1. Neraca Ohaus
  2. Neraca Mettler Toledo
  3. Neraca Sartorius
  4. Neraca Krischef

Itulah macam-macam timbangan yang sering digunakan masyarakat dan klasifikasinya.

Sekilas tentang neraca Ohaus

Neraca Ohaus. Neraca ini dibedakan menjadi beberapa jenis lagi sesuai dengan jumlah lengan yang menjadi bagian neraca tersebut. Perhatikan gambar berikut.

Neraca Ohaus

Jenis Neraca Ohaus

Berdasarkan jumlah lengan, neraca o hauss dibagi menjadi:

  • Neraca ohaus 2 (dua) lengan atau neraca sama lengan(Ohaus double beam balance)
  • Neraca ohaus 3 (tiga) lengan (Ohaus triple beam balance)
  • Neraca ohaus 4 (empat) lengan

Berdasarkan sumber daya listrik yang digunakan, Neraca Ohaus dibedakan menjadi

Neraca Ohaus digital

Salah satu jenis neraca ohaus digital adalah timbangan elektronik portabel Ohaus Scout Pro (oxprow). Timbangan ini cukup ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Kapasitas maksimal jenis timbangan portabel ini adalah 200 gram dengan tingkat ketelitian 0,01 gram. Harga timbangan portabel ini sekitar USD 200 (per 10 Februari 2018). Lihat gambar berikut ini.

timbangan portable digital ohaus scout pro

Ilustrasi gambar timbangan portable digital ohaus scout pro (oxprow, edited)

Neraca Ohaus Manual

Jenis dari neraca ohaus manual adalah neraca lengan seperti yang disebutkan di atas.

Cara Kerja Neraca Ohaus

Cara kerja neraca ohaus 2 lengan dapat diibaratkan seperti cara kerja lengan manusia. Jika salah satu lengan anda memegang benda yang telah diketahui bobotnya (anak timbangan), maka anda dapat mengetahui bobot benda di salah satu lengan lainnya pada saat lengan anda merasa setimbang antara lengan kanan dan lengan kiri. Ya, bisa dikatakan seperti tuas kesetimbangan (atau waterpass). Baca juga fungsi dan cara kerja neraca digital.

Neraca Ohaus adalah salah satu alat untuk mengukur massa secara analog yang paling banyak digunakan di laboratorium. Prinsip kerja neraca ohaus seperti tuas sehingga sering disebut juga dengan neraca tuas. Penggunaan neraca ohaus dipandang kurang efektif dibandingkan dengan neraca analitik. Pada bagian lain akan dibahas tentang bagian-bagian neraca ohaus. Anda dapat membaca artikel tentang bagian-bagian neraca/timbangan secara keseluruhan.

Macam Macam Timbangan / Jenis Jenis Neraca
4.5 (90%) 14 votes

Fungsi Neraca/Timbangan Analitik Digital dan Analog

Fungsi neraca/timbangan adalah untuk mengetahui bobot/massa suatu benda atau sebagai alat ukur massa/berat. Kegunaan salah satu alat laboratorium ini berlaku universal. Maksudnya adalah apapun jenis timbangan yang digunakan fungsi dasarnya sama. Ada dapat membaca artikel sebelumnya tentang pengertian neraca/timbangan, sejarah neraca, bagian-bagian neraca dan fungsinya, serta cara menggunakan neraca/timbangan.

Anda dapat melihat gambar bagian-bagian timbangan pada artikel yang telah kami tulis sebelumnya. Disana anda akan menemukan jawaban apa fungsi anak timbangan pada timbangan obat/farmasi.

Jenis timbangan yang sering digunakan

Macam macam timbangan yang sering digunakan oleh orang adalah neraca sama lengan, neraca 2/3/4 (dua/tiga/empat) lengan (double/triple beam), neraca pegas, timbangan duduk, timbangan analitik, timbangan gram kasar, neraca pasar, neraca digital/elektronik/elektrik, timbangan analog, timbangan gantung. Untuk timbangan yang digunakan di dalam laboratorium ipa (fisika, kimia dan biologi) siswa dan guru lebih sering menggunakan timbangan analitik, baik digital maupun analog/mekanik. Neraca analitik analog yang sering digunakan adalah neraca lengan merk ohaus (mispell jadi Ohauss) dan timbangan Sartorius.

Fungsi Neraca Berdasarkan Jenis Benda yang ditimbang

Salah satu penggolongan jenis timbangan tersebut adalah berdasarkan bahan yang ditimbang.

fungsi neraca/timbangan digital

Untuk menimbang bahan/benda yang perlu ketelitian tinggi seperti bahan kimia di laboratorium, bahan obat di lab farmasi dan emas di toko emas, anda perlu menggunakan neraca analitik/miligram/obat/halus. Jenis neraca/timbangan ini mampu mengukur massa hingga ukuran miligram. Ingat 1 mg = 0,001 g. Penggunaan neraca digital saat ini lebih disukai. Namun demikian, timbangan ini harus menggunakan listrik untuk dapat digunakan. Perlu anda ketahui, timbangan hybrid juga telah ada saat ini lho.

Fungsi Tombol pada Timbangan Digital

Jika anda menggunakan timbangan digital, maka anda perlu memahami fungsi tombol pada timbangan/neraca digital/elektrik. Salah satu tombol yang penting adalah tombol TARE. Tombol ini berfungsi untuk mengenolkan (zeroing) benda yang ditimbang, biasanya wadah bahan/benda yang akan ditimbang.

fungsi neraca/timbangan sama lengan

Jika anda menggunakan neraca analog yang dioperasikan secara manual, anda perlu menggunakan anak timbangan yang tepat. Untuk menggunakan neraca ohaus anda perlu memiliki teknik/teknis menbaca timbagan yang baik. Piring timbangan juga harus bersih.

Timbangan Analitik dan Desikator

Mungkin anda bekerja sebagai analis di laboratorium. Saat mengukur kadar air, anda akan sering menggunakan timbangan analitik dan desikator. Desikator biasanya dilengkapi dengan butiran silika gel yang berfungsi untuk mengikat uap air. Jadi pada saat anda mengeluarkan bahan yang telah dikeringkan dengan oven, langkah selanjutnya adalah menyimpan sementara di dalam desikator. Desikator disini berfungsi untuk membuat massa benda dalam kondisi tetap pada suhu ruang dan tekanan ruang. Ingat: anda tidak akan mendapati benda yang anda timbang stabil bobotnya, jika dalam keadaan panas. Bahkan kondisi vakum diperlukan untuk memenuhi standar uji analisa bahan tertentu pada saat penimbangan.

Untuk menimbang bahan/benda yang tidak perlu akurasi tinggi, anda dapat menggunakan timbangan kasar/biasa. Contohnya adalah timbangan berat badan (bb), timbangan kamar mandi, timbangan dapur, timbangan dacin, timbangan kue, timbangan gantung, timbangan pegas/spring, timbangan barang, timbangan bayi, timbangan bebek, timbangan beras, timbangan hewan, timbangan injak, timbangan kesehatan, timbangan kodok, timbangan karung, timbangan laundry, timbangan lantai, timbangan padi, timbangan tepung, timbangan resep, timbangan sapi, timbangan rumah tangga, timbangan surat. Beberapa bahan yang ditimbang biasanya adalah buah, sayuran, makanan, tepung roti, dan lain-lain. Salah satu aplikasi jenis timbangan kasar adalah jembatan timbang yang digunakan untuk mengukur tonase kendaraan. Masyarakat mengenalnya dengan timbangan truk. Jadi kini anda bisa bisa membedakan fungsi neraca kasar dan neraca halus berdasarkan jenis benda yang ditimbang.

Kalibrasi timbangan dan waterpass

Untuk membantu pada saat menimbang, seringkali digunakan wadah untuk bahan. Alasannya, bahan tersebut mungkin berbentuk cair, memiliki sifat reaktif ataupun karakteristik lainnya. Wadah tersebut diantaranya dalah, gelas kimia, gelas beaker (beker), dan kaca/gelas arloji.

Untuk bekerja secara maksimal dan mendapatkan hasil timbangan yang akurat, neraca sebaiknya diletakkan pada tempat yang datar. Terlebih lagi jika anda menggunakan neraca analitis. Mungkin anda perlu melakukan kalibrasi dengan melihat gelembung pada indikator di bagian belakang pada neraca digital. Usahakan gelembung tersebut berada di tengah. Untuk jenis timbangan analog, anda dapat menggunakan bantuan waterpass untuk memastikan meja dudukan neraca benar-benar datar. Cara kerja gelembung pada neraca digital memang mirip dengan prinsip dari waterpass. Fungsi neraca/timbangan menjadi lebih maksimal jika dilakukan kalibrasi secara berkala.

Perkembangan zaman dewasa ini menuntut manusia untuk dapat bekerja dimana saja. Timbangan pun juga dikembangkan sehingga dapat digunakan dimana saja. Oleh karenanya, saat ini masyarakt yang dinamis sering menggunakan timbangan pocket (saku) atau timabgan portable yang mudah dibawa kemana saja. Baca lebih lengkap tentang sejarah timbangan di dunia.

Semoga artikel tentang timbangan ini memberikan manfaat buat anda. Anda kini bisa men-jelaskan fungsi neraca dan guna timbangan kan?

Fungsi Neraca/Timbangan Analitik Digital dan Analog
4.9 (98.1%) 21 votes

Cara Menggunakan Timbangan Analitik Digital dan Analog Laboratorium

Cara menggunakan timbangan analitik digital dan analog di laboratorium yang baik dan benar itu mudah, jika kita sudah membaca panduan (manual book) dan mengikuti manual yang ada. Saya SETUJU dengan statement seperti itu.

Namun, berapa banyak laboran, peneliti, dosen atau guru, mahasiswa atau siswa, dan teknisi laboratorium yang mengetahui detail fungsi bagian-bagian timbangan? Terlebih lagi tentang bagaimana cara penggunaan timbangan analitik dg untuk menimbang benda dengan akurasi tinggi, baik dengan neraca digital maupun neraca analog?.

Tahukah anda bahwa galat (error) yang terjadi pada penelitian yang anda lakukan akan semakin besar saat anda keliru melakukan penimbangan? Atau bagaimana jika anda bekerja di laboratorium farmasi atau dunia medis yang sering meramu/meracik bahan obat-obatan dan anda tidak tahu cara menimbang yang akurat dan presisi? Apa yang terjadi kepada orang yang mengkonsumsi racikan obat yang salah takaran hanya gara-gara tidak teliti dalam menimbang?

Jika anda serius untuk belajar menggunakan alat laboratorium yang satu ini, maka anda perlu membaca artikel dalam blog ini. Perlu anda ketahui bahwa menghitung bobot benda dengan menggunakan neraca analitik analog memerlukan tingkat ketelitian tinggi.

Kali ini, alatalatlab.com akan mengulas tentang persiapan sebelum menimbang, aturan pengoperasian timbangan yang baik dan benar, cara menggunakan timbangan analitik digital, dan cara menggunakan timbangan analog dengan ohaus 3 lengan. Kami menyajikan tulisan ini secara sistematis sehingga anda mudah mempelajarinya.

Tetaplah anda membaca untuk mengetahui…

Apa Pentingnya menggunakan timbangan analitik?

Timbangan analitik adalah jenis timbangan yang sangat peka (sensitif) terhadap bahan yang ditimbangnya. Anda perlu menggunakan jenis timbangan ini karena benda atau bahan yang anda timbang, memiliki karakteristik:

  • Sangat sensitif, (misalnya mudah menguap) sehingga anda dapat memastikan takaran yang anda timbang tepat dengan prosedur yang anda ikuti
  • Pengaruh bahan tersebut sangat kuat seperti obat dan bahan/reagen kimia untuk analisis. Contohnya adalah NaOH pekat atau asam sulfat pekat

Tetaplah bersikap hati-hati saat menimbang.

Cara Menggunakan Timbangan Analitik Digital dan Analog Laboratorium

Dalam artikel ini kami akan coba bahas cara setting dan menggunakan neraca analitik digital dan cara mengoperasikan timbangan analitik analog. Semoga bisa menjawab pertanyaan anda bagaimana cara memakai dan membaca timbangan analitik, baik digital maupun analog/mekanik. Baca juga apa itu timbangan dan bagaimana sejarah timbangan.

Cara Menggunakan Timbangan Analitik Digital

Jenis timbangan elektronik lebih mudah dioperasikan. Kegunaan alat laboratorium yang satu ini sangat membantu mahasiswa, pengajar, peneliti yang sedang melakukan kegiatan di laboratorium seperti praktikum maupun penelitian. Baca juga bagian-bagian timbangan digital.

bagian-bagian timbangan analitik digital

Gambar Bagian-bagian Timbangan Analitik Digital

Langkah-langkah Persiapan dan cara setting timbangan analitik digital

Sebelum anda menggunakan timbangan, pastikan timbangan dalam kondisi setimbang (leveled) dan menunjukkan angka nol (zeroed).

Lihat tanda tera untuk cek kesetimbangan

Untuk memeriksa bahwa timbangan dalam kondisi setimbang adalah dengan melihat gelembung udara dalam wadah yang ada di bagian belakang timbangan. Untuk itu letakkan (duduk) timbangan tersebut di meja datar. Usahakan gelembung tersebut berada di tengah (posisi). Jika posisi gelembung tersebut tidak ditengah, maka lakukan setting dengan memutar skrup (screw) yang berada di bagian bawah timbangan. Membuat gelembung tersebut berada di tengah disebut dengan kalibrasi (menyetarakan timbangan). Cara kerja kalibrasi ini mirip dengan prinsip kerja water pass.

Menyalakan timbangan digital

Ketika timbangan sudah disetting (pengaturan), tutup semua penutup kaca dan tekan tombol ON di bagian depan timbangan. Hubungkan timbangan analitik dengan catu daya (power supply). Setelah sekian detik, timbangan akan menyala dan menunjukkan angka nol. Jumlah angka nol setelah koma menunjukkan tingkat ketelitian timbangan tersebut. Dengan demikian, timbangan analitik siap digunakan untuk mengukur massa.

Prosedur cara menimbang bahan berbentuk cair dan padatan (serbuk dan granul) dengan timbangan analitik digital

Langkah-langkah menimbang dengan timbangan analitik dimulai dari memilih wadah (container). Anda perlu memilih wadah yang tepat ketika menimbang bahan, baik cairan maupun padatan. Ada beberapa bahan yang sifatnya higroskopis, korosif, dan volatil. Untuk itu, selalu gunakan wadah yang sesuai. Untuk wadah cairan, anda dapat menggunakan gelas piala atau gelas ukur.

Urutan penggunaan timbangan ini dapat anda lakukan ketika tahapan persiapan di atas sudah dilakukan.

  1. Letakkan wadah di atas piringan (pan) dan tutuplah penutup timbangan.
  2. Tekan tombol Tare pada neraca. Monitor akan mendisplay angka nol karena bobot wadah telah dinolkan (reset). Dengan cara ini, anda akan mengetahui bobot/berat sampel secara langsung.
  3. Ambil bahan tertimbang dan letakkan di atas wadah. Anda perlu berhati-hati. Jangan sampai bahan tertimbang menjadi tumpah atau tercecer dan mengotori timbangan, terlebih lagi bahan kimia yang sensitif dan korosif seperti asam kuat ataupun basa kuat. Jika perlu, anda keluarkan wadah tersebut dari timbangan, letakkan bahan dan masukkan lagi wadah ke dalam timbangan. Ingat, jangan menekan tombol apapun pada langkah ini.
  4. Tutup semua pintu kaca dan baca angka yang tertera di monitor. Anda bisa menambahkan dan mengurangi bahan untuk mendapatkan bobot benda yang diinginkan pada tahapan ini.
  5. Catat bobot benda tertimbang

Bagaimana menimbang obyek padat secara langsung tanpa wadah dengan neraca analitik?

Jika benda yang anda timbang berbentuk padatan (solid) seperti batu, maka anda dapat menimbang benda tersebut secara langsung tanpa wadah. Pastikan anda menerapkan SOP persiapan. Selanjutnya, letakkan benda secara hati-hati di atas pan (piringan), tutup penutup timbangan, dan baca massa benda tersebut.

Cara membersihkan dan mematikan timbangan analitik

Ketika anda selesai menggunakan timbangan, pastikan timbangan dalam kondisi bersih dari luberan bahan. Anda dapat mematikan timbangan di sore hari ketika tidak digunakan lagi. Anda tekan tombol OFF. Kemudian, matikan aliran listrik dengan mencabut stop kontak. Lakukan prosedur yang sama di esok hari.

Cara Menggunakan Timbangan Analitik Analog

Dalam artikel ini kami akan jelaskan cara menggunakan timbangan/neraca ohaus 3 (tiga) lengan. Mungkin di artikel lain akan dibahas neraca 4 (empat), 2 (dua) atau neraca sama lengan. Baca juga bagian-bagian timbangan neraca analitik sama lengan.

bagian bagian timbangan analitik ohaus

Gambar bagian bagian neraca analitik tiga lengan merk Ohaus

Setting Neraca Ohaus tiga lengan

  • Geser ketiga slider (anting) sehingga menunjuk angka nol
  • Pastikan tidak ada benda di atas pan (piringan) dan pan dalam kondisi bersih
  • Pastikan slider dalam kondisi horizontal dan jarum menunjuk angka nol (setimbang). Jika tidak menunjukkan angka nol, anda perlu menggeser thumbscrew sehingga menunjukkan angka nol.

Langkah di atas disebut dengan kalibrasi. Kalibrasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menyesuaikan alat sehingga hasil keluaran (output) dari alat pengukuran sesuai dengan besaran standar akurasi tertentu.

Penimbangan dengan neraca ohaus tiga lengan

  • Letakkan benda tertimbang di atas pan
  • Geser slider. Mulailah menggeser dari slider dari yang paling besar. Saat anda menggeser slider dan itu menyebabkan lengan menjadi timpang, maka geser slider kembali ke tempat semula.
  • Geser slider selanjutnya sehingga menunjuk angka nol (titik kesetimbangan)
  • Geser slider terakhir sehingga menunjuk angka nol (titik kesetimbangan)

Cara membaca/menentukan hasil pengukuran timbangan Ohaus 3 lengan

  • Bacalah angka yang ditunjukkan oleh setiap slider secara bersamaan. Cara membaca ini mirip dengan membaca skala nonius pada jangka sorong.
  • Angka yang ditunjukkan oleh slider paling kecil menunjukkan batas ketelitian neraca ini. Jika diperhatikan, setiap perindahan 1 angka, ada 10 garis kecil. Artinya 1/10 atau neraca ohauss ini memiliki batas ketelitian 0,1 gram. Anda dapat menuliskan skala sampai tingkat ketelitian 0,01 gram jika diperlukan.

cara membaca hasil pengukuran timbangan ohaus tiga lengan

Gambar Cara membaca hasil pengukuran neraca ohaus tiga lengan tanpa angka penafsiran

Berdasarkan gambar di atas, maka bobot benda yang ditimbang adalah 373 gram. Bobot ini merupakan hasil membaca angka utama.

tingkat ketelitian neraca ohaus

Gambar Cara membaca tingkat ketelitian neraca ohaus tiga lengan dengan 1 angka taksiran

Pada gambar di atas terlihat bahwa bobot benda tertimbang adalah 373,3 gram. Bobot ini mengandung 1 angka taksiran atau ketelititian timbangan adalah 0,1 gram.

batas ketelitian timbangan ohaus

Gambar Cara membaca hasil pengukuran neraca ohaus tiga lengan

Jika diperhatikan seksama, anting terkecil berada diantara strip ke 3 dan ke 4. Maka, anda bisa menuliskan bobot benda tertimbang adalah 373,35 gram. Sampai disini, kita telah membaca batas maksimal ketelitian timbangan analitik ohaus, yakni 0,01 gram.

Setiap timbangan memiliki tolerasi kesalahan (galat/error). Ada pendapat mengatakan, nilai kesalahan terkecil sebuah timbangan dihitung dengan rumus 0,5 kali tingkat ketelitian. Jadi neraca ohaus dengan ketelitian 0,1 gram, maka tolerasi kesalahannya sebesar 0,01×0,5 atau 0,05 gram. Maka dari itu bobot benda tertimbang berada diantara (373,35 – 0,05) gram dan (373,35 + 0,05) gram atau 373,30 gram hingga 373,40 gram. Cara menggunakan timbangan ohaus ini disadur dari tulisan John Erickson.

Video Cara Menggunakan Timbangan Analitik

Tips: Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, anda perlu melakukan kalibrasi terlebih dahulu.

Cara Menggunakan Timbangan Analitik Digital dan Analog Laboratorium
4.9 (97.5%) 16 votes

Bagian Bagian Timbangan, Fungsi, Gambar Timbangan Digital-Analog

Bagian bagian timbangan dan fungsinya yang dilengkapi gambar dibahas dalam artikel ini. Pembahasan mencakup jenis timbangan digital (elektronik) dan timbangan analog (mekanik). Kami rekomendasikan anda  untuk membaca pengertian timbangan dan sejarah timbangan yang merupakan salah satu jenis alat-alat laboratorium.

Timbangan sebagai alat ukur massa

Timbangan/neraca, baik digital maupun analog, digunakan sebagai alat ukur massa atau untuk mengukur/mengetahui bobot suatu benda. Benda yang diukur bobotnya bisa berbentuk padatan maupun cairan. Jika bendanya berwujud cair, maka tempatkan cairan tersebut dalam wadah sehingga tidak meluber dan membasahi timbangan.

Untuk mendapatkan informasi bobot/massa benda yang akurat dan presisi, sebuah timbangan/neraca tersusun atas bagian bagian yang masing-masing memiliki fungsi penting. Lalu, apa saja bagian-bagian timbangan tersebut? Apakah sama bagian-bagian timbangan analog dan timbangan digital? Yuk kita telusuri bersama.

Timbangan analog lebih dahulu digunakan sebelum ditemukannya teknologi elektronik untuk timbangan digital. Menurut catatan sejarah, timbangan analog yang paling tua adalah neraca/timbangan sama lengan (equal arm balance). Timbangan analog, baik itu timbangan gram kasar maupun timbangan gram halus (analitik), pada dasarnya memiliki bagian-bagian utama yang sama.

Timbangan Analitik Analog dan Timbangan Analitik Digital

Timbangan analitik adalah jenis timbangan yang digunakan untuk mengukur massa benda hingga ukuran miligram. Jenis timbangan ini harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan timbangan biasa. Semakin tinggi presisi dan akurasi (tingkat ketelitian) timbangan analitik, maka harganya akan semakin mahal. Ketelitiannya timbangan analitik sangat tinggi. Namun demikian, terkadang merk/brand juga ikut menentukan harga timbangan. Salah satu merk timbangan yang terkenal adalah Ohaus (orang Indonesia sebagian menuliskan Ohauss).

timbangan analitik analog

Gambar 1. Contoh foto timbangan analitik jenis analog – neraca sama lengan

Ketelitian timbangan sangat berkaitan erat dengan kapasitas timbangan. Kapasitas disini diartikan sebagai bobot benda maksimal. Jika bobot benda yang ditimbang melebihi kapasitas, maka hal ini akan mempengaruhi ketelitian timbangan. Oleh karena itu, perhatikan betul kapasitas timbangan ketika anda menggunakan timbangan analitik. Kapasitas timbangan analitik digital umumnya berkisar di angka 210-220 gram dengan ketelitian 0,1 miligram (setara dengan 0,0001 gram).

timbangan analitik digital

Gambar 2. Contoh foto timbangan analitik digital

Penggunaan timbangan analitik di Laboratorium

Ketika melakukan analisis di laboratorium, baik itu fisika, kimia maupun biologi, dapat dipastikan akan menggunakan timbangan analitik. Ketika membuat larutan untuk analisis, tentu anda akan menimbang sejumlah kecil bahan kimia (reagen). Untuk mendapatkan bahan tertimbangan dalam takaran yang sangat kecil, anda memerlukan bantuan alat timbangan analitik. Anda dapat memilih menggunakan timbangan analitik digital maupun analog/manual.

Timbangan analitik biasanya selalu dilengkapi dengan kotak “kaca”. Kotak ini akan melindungi pengaruh kondisi lingkungan ketika menimbang bahan. Perlu anda ketahui, aliran/hembusan angin/udara dan kelembaban udara akan mempengaruhi bobot benda tertimbang. Ada sebagian bahan kimia yang sifatnya higroskopis atau mudah menyerap partikel air di udara yang ini akan menambah bobot benda tersebut.

Bagian bagian Timbangan Analog

Diawal sudah disebutkan bahwa timbangan tertua bekerja dengan prinsip kesetimbangan. Kesetimbangan tersebut bekerja seperti halnya lengan manusia. Jenis neraca lengan pada awalnya hanaya neraca sama lengan, kemudian berkembang menjadi neraca 2 (dua) lengan, neraca 3 (tiga) lengan) dan bahkan hingga neraca 4 (empat) lengan.

Tentunya anda sudah tahu, jika timbangan analog dioperasikan secara manual. Berikut kami jelaskan nama bagian neraca timbangan. Anda dapat melihat bentuk timbangan analog seperti pada gambar.

Bagian utama timbangan analog

bagian bagian timbangan analitik analog/mekanik

Gambar 3. Bagian bagian timbangan

Berikut adalah keterangan dan penjelasan dari bagian-bagian gambar timbangan di atas.

Bagian Beam, knife edge, fulcrum, arrest dan knob

Bagian ini terbuat dari aluminium atau brass dengan panjang dan bentuk yang bervariasi. Lengan ayun yang pendek lebih disukai karena ayunan/vibrasi menjadi lebih singkat sehingga waktu untuk mengukur massa jadi lebih pendek.

Pada neraca dua lengan atau tiga lengan, pada bagian lengan ayun ini terdapat angka-angka yang menunjukkan massa benda tertimbang. Angka tersebut bergradasi. Skala gradasinya 1-10 dan ada penanda setiap lima gradasi. Jika anda seorang murid atau mahasiswa, perlu memperhatikan ini secara lebih detail.

Pada neraca sama lengan, beam ini didudukan/diletakkan pada bagian tengah (knife edge) pilar, biasanya berupa batu akik (agate). Tempat dudukan ini disebut dengan fulcrum. Untuk mencegah knife edge tidak tumpul, maka timbangan ini dilengkapi dengan arrest (penahan). Arrest ini dioperasikan dengan memutar knob secara perlahan. Anda dapat menjumpai knob ini dibagian depan atau samping timbangan. Orang Indonesia menganalogikan pilar ini dengan statif dan knob sebagai klem.

Bagian Pan

Pada neraca sama lengan, dua buah piringan (pan) digantungkan pada setiap ujung lengan ayun (beam) yang berjarak sama dari fulcrum. Pan ini berfungsi untuk meletakkan bahan tertimbang dan meletakkan anak timbangan. Harap perhatikan, ketika timbangan tidak digunakan atau ketika mengambil/meletakkan pan, maka timbangan harus dalam kondisi tertahan. Ingat fungsi knob nya ya.

Bagian Penunjuk skala (Pointer)

Pada neraca sama lengan, sebuah jarum panjang diletakkan pada fulcrum. Penunjuk skala ini akan menunjuk angka nol pada skala di bagian bawah timbangan, jika lengan ayun dalam kondisi setimbang. Harap meletakkan timbangan di tempat yang datar secara horizontal. Jika perlu, gunakan waterpass yang berfungsi untuk membantu menunjukkan datarnya suatu tempat.

Pada sebagian timbangan berlengan, timbangan dilengkapi dengan plumb. Plumb ini digunakan untuk mengetahui apakah timbangan sudah dalam kondisi tegak lurus dengan dudukan atau belum. Banyak tukang bangunan juga menggunakan plumb ini lho.

Referensi
https://glossary.periodni.com/dictionary.php?en=equal-arm+balance
https://www.911metallurgist.com/blog/analytical-balance

Timbangan Digital

Untuk mengoperasikan timbangan digital diperlukan aliran tenaga listrik. Beberapa orang menyebutkan bahwa timbangan digital adalah timbangan elektronik. Cara kerjanya berbeda dengan timbangan mekanik/analog di atas.

2 jenis timbangan digital (elektronik)

Wikiscales.com menyebutkan bahwa ada 2 jenis timbangan elektronik yang dominan digunakan, yakni hibrid dan timbangan dengan gaya elektromagnetik (Electromagnetic Force Balance). Timbangan hibrid bekerja secara mekanis dan menggunakan gaya elektromagnetis. Beberapa cara kerja Electromagnetic Force Balance. Pertama, gaya magnet menyeimbangkan seluruh beban, baik dengan levitasi langsung atau melalui fixed-ratio lever system. Cara kerja kedua, perhitungan beban dengan keseimbangan mekanisme elektromekanis bersifat tidak konstan, namun bervariasi sesuai dengan beban yang ditimbang. Lihat gambar bagian bagian timbangan hybrid berikut.

bagian bagian timbangan analitik hybrid

Gambar Sketsa bagian bagian timbangan analitik hybrid

Pengoperasian neraca digital terbilang lebih mudah jika dibandingkan dengan neraca analog. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat pun lebih menyukai timbangan digital, terlebih lagi yang bekerja di laboratorium.

Timbangan digital lebih disukai daripada timbangan analog

Saat ini para profesional yang bekerja di lembaga penelitian universitas, peneliti di bidang farmasi (pharmaceutical) dan pengembangan obat baru (drug discovery) ataupun penyedia jasa analisis laboratorium umum juga lebih banya menggunakan neraca analitik digital. Fitur neraca analitik digital juga semakin lengkap seperti penentuan densitas, fitur statistika, kalibrasi pipette, penentuan persentase bobot timbang, perhitungan komponen, dan bahkan menemukan bobot tertinggi dalam sebuah batch operasi. Fitur tersebut akan bekerja jika timbangan terhubung dengan komputer dan dilengkapi dengan software yang mendukung.

Bagian bagian timbangan digital

bagian bagian timbangan digital analitik

Gambar Bagian-bagian neraca analitik digital dari luar

Timbangan digital tersusun atas 3 bagian utama, yaitu load cell, weight transmitter, weight indicator (display), dan catu daya (power supply). Fungsinya setiap bagian bagian timbangan tersebut saling melengkapi sehingga bisa mengukur massa dengan tepat.

Bagian Load Cell

Load cell merupakan transduser yang berfungsi untuk mengubah gaya (tekan/tarik) menjadi sinyal listrik. Meskipun banyak jenis load cell, namun load cell dengan strain gage merupakan jenis load cell yang paling banyak digunakan. Pneumatic load cell terkadang digunakan jika keamanan intrinsik dan hygiene dikehendaki. Hydraulic load cells dapat digunakan secara remote karena tidak memerlukan catu daya (power supply). Strain gage load cell memberikan akurasi mulai dari 0.03% hingga 0.25% dan cocok untuk aplikasi industri apapun. Anda dapat membaca penjelasan dan perbandingan load cell di situs Omega.

Bagian Weight transmitter

Weight transmitter merupakan bagian timbangan yang berfungsi menerima sinyal listrik yang dihasilkan load cell dan mengirimkannya ke bagian weight indicator.

Bagian Weight indicator

Weight indicator merupakan bagian timbangan yang mengubah transmisi data menjadi angka digital. Anda dapat melihat visual bagian ini pada bagian monitor timbangan.

Itulah ulasan mengenai bagian bagian timbangan beserta fungsi dan gambarnya. Semoga bermanfaat.

Bagian Bagian Timbangan, Fungsi, Gambar Timbangan Digital-Analog
5 (100%) 7 votes

WhatsApp chat Hubungi kami via WA