Bagian Bagian Mikropipet dan Fungsinya + Cara Penggunaannya

Bagian bagian mikropipet dan fungsinya beserta cara penggunaannya di laboratorium

Bagian bagian mikropipet dan fungsinya beserta cara penggunaannya di laboratorium seharusnya dikenali dengan baik oleh penggunanya. Dengan mengetahui fungsi setiap bagian alat, maka umur alat akan menjadi lebih lama. Hal tersebut dikarenakan pengguna dapat mengoperasikan alat sesuai dengan fungsi yang seharusnya. Baca juga pengertian dan sejarah mikropipet.

Ketika bekerja di laboratorium, baik sebagai praktikan, laboran maupun peneliti, seringkali memerlukan bantuan alat untuk memindahkan cairan secara cepat. Salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk memindahkan cairan adalah pipet. Untuk memindahkan cairan dalam volume kecil (hingga ukuran mikro liter) maka digunakanlah mikropipet.

Fungsi bagian bagian mikropipet dan cara pengunaannya

Baca bagian mikropipet seperti tombol penekan (plunger button), tombol pelepas tip, batang mikropipet (shaft), ujung pipet (pipette tip) beserta gambar fungsi dan cara penggunaannya.

Bagian bagian mikropipet dan fungsinya beserta cara penggunaannya di laboratorium

Gambar bagian-bagian mikropipet

Berikut adalah penjelasan bagian bagian mikropipet dan fungsinya:

Tombol penekan (Plunger button)

Tombol penekan pada mikropipet berfungsi sebagai pompa yang menarik dan mengeluarkan cairan atau larutan. Cara menggunakan mikropipet cukup mudah. Padas saat plunger button ditekan, maka udara yang berada di dalam tip akan terdorong keluar. Pada saat dilepaskan, maka liquid atau cairan akan tertarik ke dalam ujung (tip) pipet. Selanjutnya, cairan bisa dipindahkan ke alat gelas lain. Caranya adalah dengan menekan tombol. Pada sebagian jenis mikropipet, pada bagian atas plunger button terdapat angka. Angka tersebut menunjukkan kapasitas maksimum dan minimum dari mikropipet. Baca juga jenis mikropipet single-channel dan multi-channel.

Tombol pelepas tip (Tip ejector button)

Bagian mikropipet ini berfungsi untuk melepaskan tip yang terdapat pada bagian ujung. Cara menggunakannya adalah dengan menekan tombol dan tip akan terlepas dari body mikropipet. Tombol pelepas tip ini umumnya akan difungsikan setelah selesai menggunakan tip dengan volume tertentu.

Penunjuk skala volume (Scale volume)

Bagian ini berfungsi untuk menunjukkan volume cairan. Penunjuk volume ini juga dilengkapi dengan knob pengatur volume (Volume adjustment knob). Caranya adalah dengan memutar knob tersebut sesuai dengan volume cairan yang diinginkan.

Batang mikropipet (Shaft)

Bagian ini berfungsi untuk menghubungkan bagian atas (plunger button dan tip ejector button) dan bagian ujung bawah (tip). Bagian ini dirancang ergonomis sehingga nyaman saat digenggam tangan.

Ujung pipet (Pipette tip)

Bagian ini memiliki fungsi untuk menampung cairan atau larutan. Bagian ini akan kontak langsung dengan cairan. Keakuratan pengukuran mikopipet juga dipengaruhi oleh ukuran tip yang digunakan. Sesuaikan ukuran tip dengan volume cairan yang akan dipindahkan

Sebaiknya gunakan tip yang se-merek dengan merek mikropipet. Setiap perusahaan terkadang memiliki standar kalibrasi tertentu yang berbeda dengan perusahaan lain. Selain itu, tidak semua tip memiliki kompatibiltas yang cocok dengan semua jenis mikropipet.

Mikropipet menjadi bagian penting dalam penelitian di laboratorium mikrobiologi dan lab yang memerlukan testing pemindahan volume skala kecil. Perusahaan kosmetik yang memiliki bagian riset dan pengembangan juga sering menggunakan alat ini pada saat sampling dengan volume kecil. Jika anda tertarik untuk membeli mikropipet, silakan hubungi kami.

Bagian Bagian Mikropipet dan Fungsinya + Cara Penggunaannya
5 (100%) 5 votes

Mikropipet: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Harga Mikropipet

Mikropipet: Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Harga Mikropipet

Mikropipet (micropipette) dibahas lengkap disini. Pembahasan meliputi pengertian mikropipet, sejarah mikropipet, fungsi mikropipet di laboratorium dan harga mikropipet. Simak juga penjelasan tentang Jenis Mikropipet Single-Channel dan Mikropipet Multi-Channel Merk Scilogex. Yuk kita mulai pembahasan salah satu alat laboratorium, mikropipet.

Pengertian Mikropipet

Mikropipet adalah salah satu jenis pipet (alat laboratorium) yang digunakan untuk penanganan (pengukuran dan pemidahan) cairan dalam volume kecil secara akurat. Jumlah volumenya hingga satuan mikroliter (µl). Mikropipet sering digunakan di laboratorium kimia, biologi dan mikrobiologi, lab farmasi, lab forensic, dan lab pengembangan obat-obatan. Baca juga pengertian timbangan laboratorium.

Sejarah Mikropipet

Mikropipet (micropipette) ditemukan pertama kali pada tahun 1957 di Universitas Marburg, Jerman oleh seorang mahasiswa posdoktoral bernama Heinrich Schnitger. Dilansir dari the-scientist.com, dia merasa frustrasi kerena berulang melakukan pemindahan cairan dalam volume kecil menggunakan pipet. Didorong oleh rasa frustasinya tersebut, Schnitger kemudian mengembangkan sebuah prototipe mikropipet yang berupa piston pegas yang ujungnya dilengkapi dengan tip berbahan plastik yang mudah dilepas. Tip tersebut difungsikan untuk menampung cairan sementara untuk dipindahkan ke wadah atau alat gelas lainnya.

Mikropipet (micropipette) yang ada sekarang ini dikembangkan dari prototype yang dibuat oleh Heinrich Schnitger. Perlu anda ketahui bahwa rancangan pipet tersebut dipatenkan pada tahun 1957.  Setelah itu, mitra penemu dari perusahaan bioteknologi Eppendorf, Dr. Heinrich Netheler, mewarisi hak-hak yang melekat pada paten itu dan memulai penggunaan mikropipet secara umum dan luas di laboratorium-laboratorium di dunia. Pada tahun 1972, mikropipet yang dapat ditala ditemukan di Universitas Wisconsin–Madison oleh beberapa orang, terkhusus Warren Gilson dan Henry Lardy. Baca juga sejarah neraca/timbangan laboratorium.

Mikropipet: Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Harga Mikropipet

Gambar mikropipet dengan holdernya

Desain mikropipet yang sering ditemui saat ini memang terlihat sederhana, elegan dan efektif. Desain tersebut merupakan revolusi dalam penanganan (pemindahan) cairan dengan volume kecil. Penggunaan mikropipet telah meluas dan digunakan di berbagai bidang seperti biokimia, kedokteran, molekuler dan menjadi perangkat yang paling banyak digunakan dalam ilmu biologi. Baca juga tentang tanur laboratorium.

Fungsi Mikropipet di Laboratorium

Mungkin anda bertanya apa fungsi mikropipet di laboratorium? Apa fungsi ujung atau tip mikropipet? Jika anda belum pernah menggunakan alat laboratorium tersebut, maka mungkin anda agak susah menjawabnya. Fungsi mikropipet pada laboratorium adalah untuk memudahkan pemindahan larutan atau cairan dalam volume yang sangat kecil (mikroliter) dari satu alat lab kea lat lab lainnya.  Mikropipet memiliki akurasi dan presisi lebih tinggi jika dibandingkan jenis pipet ukur biasa. Baca juga fungsi dan cara kerja timbangan digital.

Ujung atau tip mikropipet tersedia dalam berbagai variasi ukuran. Anda dapat mengatur volume cairan dengan memilih volume tip atau menggeser pengatur skala volume yang terdapat pada batang pipet.

Jenis Mikropipet Single-Channel dan Mikropipet Multi-Channel Merk Scilogex

Mikropipet merek Scilogex  dirancang sedemikian rupa sehingga ringan dan ergonomis digunakan. Ini demi menciptakan kenyamanan anda dalam menangani pemindahan cairan. Scilogex juga menyediakan jenis mikropipet multi channel dengan ujung (tip) kepala yang dapat berputar hingga 360 °. Cara mengkalibrasi dan memelihara mikropipet ini juga mudah karena memang dari awal telah didesain khusus. Baca juga jenis-jenis oven laboratorium.

Jenis mikropipet, MicroPette Plus single-channel, telah dirancang dengan baik sehingga kompatibel dengan autoclavable hingga suhu 121 ° C. Anda dapat melakukan sterilisasi mikropipet dengan mudah. Setiap mikropipet dilengkapi dengan pendorong (ejector) sehingga tip mudah untuk dilepas setelah selesai digunakan. Mikropipet Scilogex tersedia dalam berbagai volume ukuran, mulai dari 0,1 – 10000 μl untuk jenis mikropipet single-channel dan volume  0,5-300 μl untuk jenis mikropipet multi channel. Baca juga macam-macam timbangan laboratorium.

Harga Mikropipet

Harga mikropipet bervariasi tergantung tipe dan ukuran. Untuk mikropipet merk Scilogex dengan nama produk “MicroPette Single Channel Fixed Pipettors” pada 3 Februari 2018 memiliki harga normal USD 153 dan harga diskon menjadi USD 50. Lihat gambar produknya berikut.

Harga Mikropipet MicroPette Single Channel Fixed Pipettors

Untuk mikropipet Scilogex MicroPette Plus Autoclavable Multi-Channel Pipettors dihargai USD 475. Lihat gambar produknya berikut.

Harga mikropipet MicroPette Plus Autoclavable Multi-Channel Pipettors

Jika anda berminat untuk membeli mikropipet, silakan menghubungi kami. Kami memiliki beragam jenis mikropipet yang dapat anda pilih berdasarkan jenis dan harga. Anda gak usah kuatir. Kami akan berikan harga mikropipet istimewa untuk anda. Hubungi kami melalui laman kontak.

Kami menjual mikropipet merek Scilogex yang memiliki tingkat akurasi dan presisi tinggi. Anda dapat menggunakannya di semua jenis laboratorium.

Mikropipet: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Harga Mikropipet
5 (100%) 3 votes

Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium Mikrobiologi

Cara menggunakan inkubator di laboratorium mikrobiologi yang dibahas dalam artikel ini meliputi cara menyalakan, mematikan inkubator yang benar dan cara merawat alat inkubator laboratorium. Silakan baca artikel terdahulu kami tentang inkubator laboratorium dan jenis-jenisnya.

Cara Menyalakan Inkubator Laboratorium

Berikut ini adalah tahapan cara menyalakan inkubator laboratorium. Perhatikan setiap langkah bekerja aman di dalam laboratorium. Step by step menyalakan memulai kerja dengan inkubator:

  1. Hubungkan kabel power ke stop kontak.
  2. Nyalakan alat
  3. Atur suhu dalam inkubator dengan menekan tombol set.
  4. Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebelah kanan atas tombol set hingga   mencapai suhu yang di inginkan.
  5. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set. Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit.
  6. Siapkan sampel (kultur mikroorganisme) yang akan diinkubasikan, kemudian letakan dalam rak yang terdapat dalam inkubator tersebut.
  7. Kemudian masukkan media pembiakan berisi mikroorganisme (sampel kultur) yang akan mau di inkubasi. Jika menggunakan cawan petri, maka bungkus dengan kertas terlebih dahulu.

Anda dapat melakukan sampling secara berkala dengan mengambil cawan petri. Pastikan anda bekerja secara aseptis di dalam laboratorium mikrobiologi. Gunakan larutan aseptis, seperti alkohol ketika bekerja dengan bakteri dan jasad renik lainnya. Hal ini perlu untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Baik kontaminasi dari tubuh anda ke dalam biakan bakteri ataupun sebaliknya. Ketika sudah selesai menggunakan inkubator, sebaiknya matikan alat laboratorium tersebut untuk menghemat pemakaian daya listrik. Baca juga cara menggunakan shaker laboratorium.

Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium MikriobiologiGambar Ilustrasi Cara menggunakan Shaker

Cara Mematikan Inkubator Laboratorium

Secara sederhana, cara mematikan inkubator adalah berkebalikan tahapannya dengan tahapan menyalakan alat. Ketika anda sudah benar-benar selesai melakukan inkubasi kultur anda, maka matikan alat lab ini dengan menekan tombol POWER ke posisi OFF. dan Putuskan sambungan arus listrik dengan cara mencabut kabel power yang menempel pada sumber daya listrik (PLN atau yang lainnya). Baca juga cara menggunakan timbangan yang benar.

Cara Merawat Inkubator Laboratorium

Supaya inkubator anda awet, lakukan perawatan berkala. Anda bisa membersihkan inkubator dari kotoran yang menempel atau dari bekas penelitian anda. Berikut adalah tips membersihkan inkubator laboratorium:

  1. Bersihkan alat dengan kain lap bersih atau kain lap yang basah, kemudian lap dengan kain kering setiap selesai di gunakan.
  2. Di dalam inkubator terdapat rak dapat di bongkar pasang sehingga memudahkan untuk membersihkannya.

Terima kasih telah membaca artikel kami tentang cara menggunakan inkubator di laboratorium mikrobiologi di web alatalatlab.com. SIlakan bagikan ke teman anda jika bermanfaat.

Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium Mikrobiologi
5 (100%) 3 votes

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap akan kami bahas disini. Penjelasan inkubator di laboratorium meliputi kaitan antara inkubator dan laboratorium mikrobiologi dan lab kimia, fungsi dan kegunaan inkubator, fitur inkubator yang penting, dan jenis-jenis inkubator. Anda juga dipersilakan memberikan komentar setelah membaca artikel kami.

Inkubator dan Laboratorium Mikrobiologi

Inkubator laboratorium (incubator laboratory) adalah alat laboratorium yang biasanya digunakan (memiliki fungsi) untuk menginkubasi (menumbuhkan) mikroorganisme seperti bakteri, fungi dan sel mikroba lainnya pada kondisi tertentu. Kondisi yang diatur meliputi suhu udara, kelembapan atau relative humidity (RH), dan faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme tersebut.
[sociallocker]
Alat lab yang digunakan untuk inkubasi (pengkondisian) mikroorganisme ini lebih sering ditemui di Laboratorium Mikrobiologi dibandingkan dengan laboratorium Kimia. Baca juga artikel kami tentang kategori alat laboratorium.

Inkubator Laboratorium

Gambar General Inkubator Buatan Daihan Labtech

Jika alatnya disebut dengan inkubator, maka prosesnya disebut dengan inkubasi. Inkubasi merupakan suatu  kondisi perlakuan pada mikroorganisme yang diinokulasikan pada media tumbuhnya, baik media padat ataupun media cair. Jenis media yang sering digunakan adalah dibuat dari agar, ekstrak beef, dan pepton. Setiap bahan perlu ditimbang secara cermat dengan timbangan analitik. Alat gelas yang dipakai untuk inokulasi umumnya adalah cawan petri atau tabung reaksi. Setelah diinokulasikan pada media, selanjutnya di simpan dalam inkubator dengan kondisi (suhu) tertentu.

Para peneliti dapat melihat pertumbuhan mikroorganisme secara berkala. Bisa setiap 30 menit, 60 menit, 90 menit. Faktor respon seperti jumlah koloni, warna koloni dan pH koloni dicatat dan dibuat dalam sebuah grafik pertumbuhan bakteri. Berdasarkan jumlah koloni (hitung dengan colony counter), peneliti dapat menentukan fase-fase pertumbuhan seperti, apakah fase logaritmik, fase stagnan atau fase decline. Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan mikroorganisme adalah suhu. Bila suhu inkubasi tidak sesuai dengan kondisi (suhu) optimal yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk tumbuh, maka mikroorganisme yang diinokulasikan tidak dapat tumbuh dengan baik.

Inkubator dan Laboratorium Kimia

Berbeda dengan oven, Inkubator jarang ditemui di dalam laboratorium kimia. Hal tersebut dikarenakan pengkondisian ruangan laboratorium secara keseluruhan dapat mempengarui pertumbuhan kultur (culture) mikroorganisme yang sedang dibudidayakan (cultivation). Bahan kimia yang ditempatkan di dalam laboratorium kimia dapat saja menguap dan menyebabkan kontaminasi silang. Kontaminasi tersebut terjadi misalnya saat operator (peneliti) membuka inkubator yang ditempatkan di laboratorium kimia. Untuk meminimalisir hal tersebut, maka inkubator diletakkan di dalam laboratorium biologi atau mikrobiologi.

Fungsi dan Kegunaan Inkubator Laboratorium

Fungsi inkubator yang utama adalah untuk mengontrol atau menjaga kondisi lingkungan di dalam inkubator, seperti suhu dan kelembapan.

Dengan adanya inkubator, dosen, mahasiswa dan laboran sangat terbantu ketiak melakukan penelitian  terkait dengan pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, jamur, fungi, ragi, dll). Pengaturan kondisi di dalam inkubator akan memberikan informasi tentang kondisi optimal dari pertumbuhan mikororganisme dilifat dari faktor biologis maupun secara reaksi kimia. Anda tentu dapat membayangkan penelitian terkait pengembangbiakan bakteri tanpa menggunakan bantuan alat lab berupa Inkubator Laboratorium dan hanya mengandalkan perkiraan indera manusia. Sungguh sangat sulit penelitian makhluk renik tanpa bantuan inkubator. Baca juga artikel kami tentang fungsi timbangan.

Fitur Inkubator Laboratorium

Inkubator dirancang untuk pengaturan ruang di dalamnya sesuai dengan suhu optimal, kelembaban, dan rasio oksigen (O2)dan karbondioksida (CO2). Rentang pengaturan suhu inkubator adalah mulai dari ±5°C hingga 70°C (derajat celcius). Anda dapat mengatur di suhu berapa ingin menumbuhkan mikroorganisme.

Kebanyakan inkubator dilengkapi dengan pengatur waktu (timer). Dengan mengatur berapa lama suhu berlangsung kemudia dilanjutkan dengan suhu lainnya maka inkubator perlu diprogram dengan siklus kondisi yang berbeda, baik itu temperatur maupun tingkat kelembaban.

Kapasitas inkubator pun bervariasi. Anda dapat menemukan inkubator mulai dari ukuran yang kecil sampai yang ukuran besar. Variasi ukuran inkubator adalah berdasarkan volume seperti : 9.3L, 32L, 56L, 80L, 150L, dan 300L. Selain itu beberapa inkubator juga dilengkapi dengan shaker. Silakan baca artikel kami tentang shaker laboratorium.

Jenis Inkubator Laboratorium

Ada beberapa jenis inkubator yang sering digunakan di dalam laboratorium, yaitu:

  1. Inkubator serbaguna (General Incubator)
  2. Inkubator 2 ruang (Dual Chamber Incubator)
  3. Inkubator BOD suhu rendah (Low Temperature BOD Incubator)
  4. Inkubator multi ruang (Multi Room Incubator)
  5. Inkubator Dingin Peltier (Peltier Cooled Incubator)
  6. Inkubator dengan Jaket CO2 (Air Jacket CO2 Incubator)
  7. Inkubator Goyang (g Incubator)
  8. Inkubator goyang multi-rak (Multi-Stack Shaking Incubator)

Jenis Inkubator Lainnya

Selain inkubator laboratorium, inkubator juga digunakan di Rumah Sakit dan peternakan seperti ayam, bebek dan hewan unggas lainnya. Inkubator bayi diperlukan untuk mengkondisikan bayi yang baru lahir jika bayi tersebut terlahir prematur. Bayi prematur memang memiliki keterbatasan dalam hal adaptasi dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu, inkubator bayi dapat menjadi alat bantu bagi bayi prematur untuk beradaptasi karena kondisi dalamnya dapat diatur. Inkubator di peternakan digunakan untuk menetaskan telur karena telur-telur tersebut tidak dierami oleh induknya. Kondisi pengaturannya pun dapat disamakan dengan kondisi telur ketika dierami oleh induknya
[/sociallocker]

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap
5 (100%) 11 votes

WhatsApp chat Hubungi kami via WA