Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium + Tips Penggunaan Hot Plate

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium + Tips Penggunaan Hot Plate

Cara menggunakan hot plate laboratorium pernah kami ulas. Dalam artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa tips penggunaan hot plate untuk keselamatan bekerja di laboratorium. Berikut adalah beberapa tips keselamatan di laboratorium ketika menggunakan Hot plate.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium  dan Tips Penggunaan Hot Plate

Perhatikan alat gelas yang digunakan

Hot plate digunakan untuk membuat larutan kimia yang disertai panas dan pengadukan. Pada saat memanaskan larutan dalam gelas kimia (beaker glass) atau erlemeyer, pastikan gelas kimia atau erlemeyer juga tahan terhadap panas (temperature). Umumnya alat gelas kimia merk Pyrex tahan terbuat dari bahan borosilikat yang terhadap pengaruh panas. Pastikan tidak terdapat retakan pada alat gelas yang digunakan. Sangat berbahaya jika ada keretakan dan larutan kimia merembes dan masuk ke dalam komponen elektronik hot plate. Baca artikel kami tentang kelebihan dan kekurangan hot plate.

Perhatikan luas permukaan dan jenis lapisan pemanas hot plate

Pastikan luas permukaan Hot plate lebih besar dari luas benda (obyek) yang dipanaskan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa panas yang berasal dari hot plate tersebar merata ke benda yang ada di atasnya. Jika luas benda yang dipanaskan lebih luas dari permukaan hot plate, maka akan ada sebagian permukaan benda yang tidak mendapatkan panas. Hal ini menyebabkan distribusi panas menjadi lambat dan pemanasan menjadi lebih lama.

Gunakan batu didih

Ketika mendidihkan suatu larutan atau sampel, tambahkan batu didih ke dalamnya. Hal ini bertujuan untuk membantu proses pemanasan lebih cepat. Selain itu, gejolak atau letupan dari bahan kimia yang di dalamnya dapat diredam dengan adanya batu didih. Jadi tidak akan terjadi muncrat (splash). Baca juga artikel kami tentang tata cara penggunaan hot plate di laboratorium.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium dan Tips Penggunaan Hot Plate

Gambar ilustrasi Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium dan Tips Penggunaan Hot Plate

Perhatikan kelembaban udara dalam ruangan

Berhati-hatilah pada saat kondensasi larutan dalam wadah, karena jika kelembaban hanya sedikit dan wadah terkena panas, maka akan terjadi keretakan pada wadah. Perbedaan kelembaban (tekanan) yang terlalu tinggi antara cairan yang berada di dalam wadah (Erlenmeyer atau gelas kimia) dengan di luarnya akan menyebabkan alat gelas tersebut retak.

Perhatikan titik didih larutan

Bahan kimia atau cairan (larutan) dengan titik didih yang rendah jangan dipanaskan pada suhu terlalu tinggi di atas titik didihnya. Selain boros energi (listrik), hal tersebut juga bisa berbahaya. Jika anda bekerja dengan meninggalkan hot plate, bisa saja cairan di dalam wadah menjadi kering atau wadahnya menjadi retak dan cairan meluber. Akibatnya akan memicu kebakaran. Perlu anda ketahui bahwa hot plate dapat diseting suhunya hingga mencapai 380 derajat Celcius.

Jika anda ingin memanaskan larutan dalam waktu cepat menggunakan hot plate, anda harus menunggu hot plate tersebut. Jadi pada saat sudah mendekati titik didih larutan, maka anda perlu menurunkan suhu pemanasan hot plate. Tetap menjaga kehati-hatian dalam bekerja di laboratorium.

Gunakan penjepit atau benda tahan panas

Pada saat ingin memindahkan larutan yang sudah selesai dari Hot plate, maka gunakan penjepit atau alat yang tahan terhadap panas. Pastikan bahan pada alat tersebut tidak meleleh. Anda juga bisa menggunakan sarung tangan (glove) yang tahan panas. Baca artikel kami tentang jenis oven laboratorium.

Jauhkan benda yang mudah terbakar dari hot plate

Hot plate adalah alat laboratorium yang digunakan sebagai pemanas. Kami sarankan, untuk tidak meletakkan atau menyimpan bahan yang mudah menguap atau terbakar di sekitar Hot plate. Uap dari bahan kimia yang mudah terbakar dapat memicu terjadinya kebakaran

Matikan hot plate jika sudah selesai

Anda perlu mematikan Hot plate setelah selesai digunakan. Caranya tekan tombol power pada hot plate ke posisi OFF. Setelah itu, putus aliran listriknya, dengan mencabut steker (colokan) kabel power dari sumber daya listrik (PLN).

Gunakan Ukuran Magnetic Stirer Bar yang sesuai

Untuk memastikan pengadukan yang sempurna sehingga terbentuk larutan yang homogen, maka gunakan ukuran magnetic stirrer bar yang sesuai. Jika anda menggunakan gelas kimia dengan diameter 6 cm, maka gunakan magnetic stirrer bar yang mendekati diameter tersebut, misalnya dengan ukuran stirrer bar 5 cm.

Semoga artikel tentang Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium  dan Tips Penggunaan Hot Plate ini bermanfaat buat anda. Silakan bagikan kepada teman anda jika dirasa bermanfaat.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium + Tips Penggunaan Hot Plate
5 (100%) 8 votes

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat Hubungi kami via WA