Bagian Bagian Hot Plate dan Fungsinya Stirrer Gambar Alat Laboratorium

Bagian Bagian Hot Plate dan Fungsinya Stirrer Gambar Alat Laboratorium

Bagian bagian hot plate dan fungsinya sebaiknya dipahami oleh laboran, mahasiswa, dosen dan peneliti yang bekerja di laboratorium. Apa itu hot plate stirrer? Baca pengertian hot plate laboratorium.

Ada 2 jenis hot plate stirrer berdasarkan pengoperasiannya, yakni hot plate stirrer digital dan hot plate stirrer analog. Perbedaannya adalah ada tidaknya layar display (LCD) yang menampilkan indikator suhu dan kecepatan. Kami akan uraikan bagian-bagian dari hot plate stirrer analog.

Bagian Bagian Hot Plate Stirrer Digital

Ada lima bagian dari hot plate beserta gambar yang dijelaskan dalam artikel ini. Lihat gambar Hot plate dan bagian-bagiannya berikut ini.

Bagian Bagian Hot Plate dan Fungsinya Stirrer Gambar Alat Laboratorium

Berikut adalah penjelasan bagian bagian penting dari Hot plate laboratorium, yaitu:

Top Plate

Top plate pada gambar di atas berwarna putih. Bagian ini berfungsi sebagai tempat meletakkan wadah berisi sampel yang hendak dipanaskan atau dihomogenkan. Alat gelas yang umum digunakan adalah gelas kimia (beaker glass) atau erlenmeyer. Ada 3 jenis pelapis pada top plate ini, yaitu lapisan aluminium, enamel dan keramik. Silakan baca penjelasan kami pada artikel tentang kelebihan dan kekurangan hot plate laboratorium.

Tombol/Knob Pengatur Suhu

Tombol/Knob Pengatur Suhu pada gambar di atas berada di sebelah kiri. Fungsinya adalah untuk meng-adjust (mengatur) suhu atau derajat panas dari Hot plate agar sesuai dengan yang diinginkan. Jika anda memutar searah jarum jam, maka suhu yang dihasilkan Hot plate semakin tinggi. Demikian pula dengan sebaliknya. Namun suhu yang dihasilkan hot plate ini tidak sama dengan suhu larutan. Untuk mengukur/mengetahui suhu dari larutan sampel, maka gunakan pengukur suhu berupa termometer.

Tombol/Knob Pengaturan Kecepatan

Tombol/Knob Pengaturan Kecepatan pada gambar di atas terletak di sebelah kanan Tombol/Knob pengatur suhu. Fungsinya untuk mengatur kecepatan pengadukan. Mekanisme pengadukannya adalah dengan cara memutar magnetic stirer. Untuk meningkatkan kecepatan pengadukan maka anda dapat memutar knob searah jarum jam.

Atur kecepatan putar sehingga larutan tidak muncrat. Gunakan magnetic stirrer bar yang sesuai dengan diameter alat gelas di atasnya. Dengan adanya pengadukan menggunakan magnetic stirer ini, pekerja di laboratorium (laboratorium) tidak perlu melakukan pengadukan secara manual. Oleh karenanya larutan dapat dibuat secara lebih cepat.

Layar Display

Bagian ini hanya ada pada jenis hot plate digital. Anda tidak akan menjumpainya pada hot plate analog. Fungsi layar display adalah untuk menampilkan suhu dan kecepatan pengadukan dalam bentuk angka digital.

Hot Plate House

Bagian house ini berfungsi untuk melindungi komponen elektronik dan sirkuit utama dari hot plate. Pada gambar di atas, bagian ini di cat dengan warna biru.

Itulah penjelasan alatalatlab.com tentang bagian bagian hot plate dan fungsinya. Semoga bermanfaat.

Bagian Bagian Hot Plate dan Fungsinya Stirrer Gambar Alat Laboratorium
5 (100%) 10 votes

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium + Tips Penggunaan Hot Plate

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium dan Tips Penggunaan Hot Plate

Cara menggunakan hot plate laboratorium pernah kami ulas. Dalam artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa tips penggunaan hot plate untuk keselamatan bekerja di laboratorium. Berikut adalah beberapa tips keselamatan di laboratorium ketika menggunakan Hot plate.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium  dan Tips Penggunaan Hot Plate

Perhatikan alat gelas yang digunakan

Hot plate digunakan untuk membuat larutan kimia yang disertai panas dan pengadukan. Pada saat memanaskan larutan dalam gelas kimia (beaker glass) atau erlemeyer, pastikan gelas kimia atau erlemeyer juga tahan terhadap panas (temperature). Umumnya alat gelas kimia merk Pyrex tahan terbuat dari bahan borosilikat yang terhadap pengaruh panas. Pastikan tidak terdapat retakan pada alat gelas yang digunakan. Sangat berbahaya jika ada keretakan dan larutan kimia merembes dan masuk ke dalam komponen elektronik hot plate. Baca artikel kami tentang kelebihan dan kekurangan hot plate.

Perhatikan luas permukaan dan jenis lapisan pemanas hot plate

Pastikan luas permukaan Hot plate lebih besar dari luas benda (obyek) yang dipanaskan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa panas yang berasal dari hot plate tersebar merata ke benda yang ada di atasnya. Jika luas benda yang dipanaskan lebih luas dari permukaan hot plate, maka akan ada sebagian permukaan benda yang tidak mendapatkan panas. Hal ini menyebabkan distribusi panas menjadi lambat dan pemanasan menjadi lebih lama.

Gunakan batu didih

Ketika mendidihkan suatu larutan atau sampel, tambahkan batu didih ke dalamnya. Hal ini bertujuan untuk membantu proses pemanasan lebih cepat. Selain itu, gejolak atau letupan dari bahan kimia yang di dalamnya dapat diredam dengan adanya batu didih. Jadi tidak akan terjadi muncrat (splash). Baca juga artikel kami tentang tata cara penggunaan hot plate di laboratorium.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium dan Tips Penggunaan Hot Plate

Gambar ilustrasi Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium dan Tips Penggunaan Hot Plate

Perhatikan kelembaban udara dalam ruangan

Berhati-hatilah pada saat kondensasi larutan dalam wadah, karena jika kelembaban hanya sedikit dan wadah terkena panas, maka akan terjadi keretakan pada wadah. Perbedaan kelembaban (tekanan) yang terlalu tinggi antara cairan yang berada di dalam wadah (Erlenmeyer atau gelas kimia) dengan di luarnya akan menyebabkan alat gelas tersebut retak.

Perhatikan titik didih larutan

Bahan kimia atau cairan (larutan) dengan titik didih yang rendah jangan dipanaskan pada suhu terlalu tinggi di atas titik didihnya. Selain boros energi (listrik), hal tersebut juga bisa berbahaya. Jika anda bekerja dengan meninggalkan hot plate, bisa saja cairan di dalam wadah menjadi kering atau wadahnya menjadi retak dan cairan meluber. Akibatnya akan memicu kebakaran. Perlu anda ketahui bahwa hot plate dapat diseting suhunya hingga mencapai 380 derajat Celcius.

Jika anda ingin memanaskan larutan dalam waktu cepat menggunakan hot plate, anda harus menunggu hot plate tersebut. Jadi pada saat sudah mendekati titik didih larutan, maka anda perlu menurunkan suhu pemanasan hot plate. Tetap menjaga kehati-hatian dalam bekerja di laboratorium.

Gunakan penjepit atau benda tahan panas

Pada saat ingin memindahkan larutan yang sudah selesai dari Hot plate, maka gunakan penjepit atau alat yang tahan terhadap panas. Pastikan bahan pada alat tersebut tidak meleleh. Anda juga bisa menggunakan sarung tangan (glove) yang tahan panas. Baca artikel kami tentang jenis oven laboratorium.

Jauhkan benda yang mudah terbakar dari hot plate

Hot plate adalah alat laboratorium yang digunakan sebagai pemanas. Kami sarankan, untuk tidak meletakkan atau menyimpan bahan yang mudah menguap atau terbakar di sekitar Hot plate. Uap dari bahan kimia yang mudah terbakar dapat memicu terjadinya kebakaran

Matikan hot plate jika sudah selesai

Anda perlu mematikan Hot plate setelah selesai digunakan. Caranya tekan tombol power pada hot plate ke posisi OFF. Setelah itu, putus aliran listriknya, dengan mencabut steker (colokan) kabel power dari sumber daya listrik (PLN).

Gunakan Ukuran Magnetic Stirer Bar yang sesuai

Untuk memastikan pengadukan yang sempurna sehingga terbentuk larutan yang homogen, maka gunakan ukuran magnetic stirrer bar yang sesuai. Jika anda menggunakan gelas kimia dengan diameter 6 cm, maka gunakan magnetic stirrer bar yang mendekati diameter tersebut, misalnya dengan ukuran stirrer bar 5 cm.

Semoga artikel tentang Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium  dan Tips Penggunaan Hot Plate ini bermanfaat buat anda. Silakan bagikan kepada teman anda jika dirasa bermanfaat.

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium + Tips Penggunaan Hot Plate
5 (100%) 8 votes

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer di Laboratorium

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen dibahas di alatalatlab.com. Kami uraikan memilih hot plate laboratorium berdasarkan lapisan atas pada pemanas. Apakah lapisan aluminium, keramik ataukah enamel yang terbaik untuk kebutuhan lab anda?

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen

Di laboratorium, hot plate memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pembakar Bunsen. Kelebihannya adalah pemanasan menggunakan hot plate merambat lebih lambat ke bahan yang dipanaskan. Berbeda dengan pembakar Bunsen yang langsung kontak dengan api sebagai sumber panas. Pemanasan yang lambat menjadi faktor penting untuk menemukan titik leleh atau titik didih (melting or boiling point) secara lebih akurat. Baca juga artikel kami tentang shaker laboratorium.

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen

Gambar ilustrasi kelebihan dan kekurangan hot plate dibandingkan dengan pembakar bunsen

Kelebihan Hot Plate Laboratorium

Hotplate lebih aman digunakan dibandingkan dengan Bunsen karena sumber panas yang berasal dari listrik tidak kontak langsung dengan bahan kimia. Berbeda dengan Bunsen yang memiliki nyala api terbuka. Padahal di dalam laboratorium terdapat bahan kimia (organik dan anorganik) yang sifatnya mudah menguap (volatile) dan sangat mudah terbakar (flammable).

Kekurangan Hot Plate Laboratorium

Salah satu kekurangan hot plate adalah pengontrolan panas yang dihasilkan agak susah. Anda perlu menggunakan thermometer untuk memeriksa suhu larutan. Hal ini karena ada perpindahan panas melalui pelat dan alat gelas sebagai wadah larutan. Oleh karena itu, saat ini dikembangkan hot plate digital yang menampilkan suhu dan kecepatan pengadukan (rpm) dalam bentuk angka digital. Baca juga timbangan digital dan timbangan analog.

Jenis Lapisan Aluminium, Keramik dan Enamel pada Hot Plate Laboratorium

Hot plate laboratorium tersedia dalam berbagai jenis. Berdasarkan lapisan atas pada pemanas (heating top style), maka variasi bahan pembuatan pelat tersebut adalah aluminium, keramik dan atau enamel. Penting untuk memperhatikan jenis lapisan pada bagian atas sebuah hot plate saat anda membeli hot plate laboratorium.

Dilansir dari globalspec.com, hot plate lab dengan lapisan pemanas berupa aluminium mampu memanaskan bahan diatasnya dengan cepat. Aluminium dapat menahan dan mendistribusikan panas dengan baik. Bahan aluminium juga mudah dibersihkan. Kelemahan aluminium adalah bahan tersebut tidak tahan ketika bersentuhan dengan bahan kimia yang sifatnya korosif (corrosive). Semua alat laboratorium dirancang dengan standar keselamatan tinggi. Jika bagian elektronik dan sirkuit di dalam hot plate kontak dengan bahan korosif maka performanya akan drop drastis. Jika anda memanaskan dan mengaduk larutan dengan bahan korosif di dalamnay (seperti asam dan basa kuat), maka pilihan terbaik adalah menggunakan hot plate dengan lapisan keramik (ceramic) atau atau enamel di bagian atasnya. Bahan keramik dan enamel tahan korosif.

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer di Laboratorium
5 (100%) 3 votes

Hot Plate Laboratorium: Pengertian Fungsi dan Harga Hot Plate di Lab

Hot Plate Laboratorium: Pengertian Fungsi dan Harga Hot Plate di Lab

Hot Plate Laboratorium dibahas disini meliputi pengertian, fungsi dan harga hot plate di laboratorium. Ada hot plate yang dilengkapi dengan pengaduk (disebut hot plate stirrer) dan ada yang tidak (hot plate). Cek penjelasan lengkap kami di alatalatlab.com.

Hot Plate di Laboratorium

Hot plate di laboratorium biasanya terdiri dari pemanas dan magnetic stirrer (batang pengaduk). Alat pemanas dan pencampur larutan hingga homogen ini dapat dijumpai di berbagai jenis laboratorium, baik itu lab kimia, lab fisika, lab biologi ataupun lab lainnya. Bisa dikatakan hot plate stirrer merupakan alat laboratorium yang sifatnya universal. Bagian magnetic stirrer tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 cm hingga 5 cm. Baca juga penjelasan kami tentang inkubator laboratorium.

Pengertian dan Fungsi Hot Plate Laboratorium

Hot plate laboratorium adalah salah satu alat jenis alat laboratorium berfungsi untuk menghomogenkan larutan yang disertai dengan pengadukan. Hot plate dan Stirrer bar (magnetic stirrer) adalah satu kesatuan. JIka anda hanya menginginkan pemanasnya saja, anda dapat membeli hot plate tanpa fitur pengadukan. Namun, era sekarang ini, laboran, praktikan dan peneliti lebih menyukai menggunakan hotplate yang multifungsi dan banyak fitur.

Hot Plate Laboratorium: Pengertian Fungsi dan Harga Hot Plate di Lab

Gambar aneka jenis hot plate laboratorium

Cara Menggunakan Hot Plate Laboratorium

Cara menggunakan Hot plate laboratorium cukup sederhana. Anda cukup menyambungkan hot plate ke sumber daya listrik kemudian menyalakannya. Langkah demi langkahnya baca penjelasan berikut ini.

Bahan kimia yang telah ditimbangan dengan timbangan analitik, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat gelas seperti gelas kimia (beaker glass) atau erlenmeyer dan ditambahkan sejumlah pelarut seperti aquades.  Kemudian, beaker glas berisi larutan tersebut diletakkan di atas hot plate. Anda cukup menekan tombol power ke posisi ON dan mengatur suhu sehingga bahan terlarut. Masukkan batang pengaduk (magnetic stirrer). Atur juga kecepatan pengadukan. Maka hot plate akan memanaskan dan mengaduk larutan hingga merata. Lebih simple dan mudah jika dibandingkan harus mengaduknya secara manual dengan tangan. Selain itu, kecepatan pengadukannya juga relatif stabil atau konstan. Baca penjelasan kami cara menggunakan timbangan analitik.

Hot plate sangat berguna untuk membuat larutan jenuh. Selain itu, beberapa bahan kimia membutuhkan bantuan panas dalam proses pelarutannya. Oleh karena itu, dengan menggunakan hot plate, maka proses homogenisasi menjadi lebih cepat, aman dan mudah. Sebagai contoh, pengadukan dengan hot plate dan  magnetic stirrer, dapat menghomogenkan larutan hingga volume 10 Liter. Kecepatan pengadukan 1600 rpm dan suhu pemanasan 425 oC.

Harga Hot Plate Laboratorium

Harga hot plate laboratorium bervariasi bergantung pada merek, jenis dan modelnya. Kisaran harganya mulai dari ratusan dollar hingga ribuan dollar. Merk Scilogex memiliki beberapa kategori hot plate dan stirrer, diantaranya adalah:

  1. Cell Culture Stirrer
  2. Digital Hotplate
  3. Digital Stirrer
  4. Analog Stirrer
  5. Digital Hotplates-Stirrer
  6. Analog Hotplates-Stirrer
  7. Multi-position Hotplates-Stirrer

Secara umum jenis hot plate dan stirrer di laboratorium adalah tipe digital dan tipe analog. Masing masing dapat dibeli hanya pemanasnya saja (hot plate) atau pengaduknya saja (stirrer) atau dual fungsi pemanas dan pengaduk (hotplate-stirrer). Kontak kami untuk informasi harga.

Hot Plate Laboratorium: Pengertian Fungsi dan Harga Hot Plate di Lab
5 (100%) 3 votes

WhatsApp chat Hubungi kami via WA