Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium Mikrobiologi

Cara menggunakan inkubator di laboratorium mikrobiologi yang dibahas dalam artikel ini meliputi cara menyalakan, mematikan inkubator yang benar dan cara merawat alat inkubator laboratorium. Silakan baca artikel terdahulu kami tentang inkubator laboratorium dan jenis-jenisnya.

Cara Menyalakan Inkubator Laboratorium

Berikut ini adalah tahapan cara menyalakan inkubator laboratorium. Perhatikan setiap langkah bekerja aman di dalam laboratorium. Step by step menyalakan memulai kerja dengan inkubator:

  1. Hubungkan kabel power ke stop kontak.
  2. Nyalakan alat
  3. Atur suhu dalam inkubator dengan menekan tombol set.
  4. Sambil menekan tombol set, putarlah tombol di sebelah kanan atas tombol set hingga   mencapai suhu yang di inginkan.
  5. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set. Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit.
  6. Siapkan sampel (kultur mikroorganisme) yang akan diinkubasikan, kemudian letakan dalam rak yang terdapat dalam inkubator tersebut.
  7. Kemudian masukkan media pembiakan berisi mikroorganisme (sampel kultur) yang akan mau di inkubasi. Jika menggunakan cawan petri, maka bungkus dengan kertas terlebih dahulu.

Anda dapat melakukan sampling secara berkala dengan mengambil cawan petri. Pastikan anda bekerja secara aseptis di dalam laboratorium mikrobiologi. Gunakan larutan aseptis, seperti alkohol ketika bekerja dengan bakteri dan jasad renik lainnya. Hal ini perlu untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Baik kontaminasi dari tubuh anda ke dalam biakan bakteri ataupun sebaliknya. Ketika sudah selesai menggunakan inkubator, sebaiknya matikan alat laboratorium tersebut untuk menghemat pemakaian daya listrik. Baca juga cara menggunakan shaker laboratorium.

Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium MikriobiologiGambar Ilustrasi Cara menggunakan Shaker

Cara Mematikan Inkubator Laboratorium

Secara sederhana, cara mematikan inkubator adalah berkebalikan tahapannya dengan tahapan menyalakan alat. Ketika anda sudah benar-benar selesai melakukan inkubasi kultur anda, maka matikan alat lab ini dengan menekan tombol POWER ke posisi OFF. dan Putuskan sambungan arus listrik dengan cara mencabut kabel power yang menempel pada sumber daya listrik (PLN atau yang lainnya). Baca juga cara menggunakan timbangan yang benar.

Cara Merawat Inkubator Laboratorium

Supaya inkubator anda awet, lakukan perawatan berkala. Anda bisa membersihkan inkubator dari kotoran yang menempel atau dari bekas penelitian anda. Berikut adalah tips membersihkan inkubator laboratorium:

  1. Bersihkan alat dengan kain lap bersih atau kain lap yang basah, kemudian lap dengan kain kering setiap selesai di gunakan.
  2. Di dalam inkubator terdapat rak dapat di bongkar pasang sehingga memudahkan untuk membersihkannya.

Terima kasih telah membaca artikel kami tentang cara menggunakan inkubator di laboratorium mikrobiologi di web alatalatlab.com. SIlakan bagikan ke teman anda jika bermanfaat.

Cara Menggunakan Inkubator di Laboratorium Mikrobiologi
5 (100%) 3 votes

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap akan kami bahas disini. Penjelasan inkubator di laboratorium meliputi kaitan antara inkubator dan laboratorium mikrobiologi dan lab kimia, fungsi dan kegunaan inkubator, fitur inkubator yang penting, dan jenis-jenis inkubator. Anda juga dipersilakan memberikan komentar setelah membaca artikel kami.

Inkubator dan Laboratorium Mikrobiologi

Inkubator laboratorium (incubator laboratory) adalah alat laboratorium yang biasanya digunakan (memiliki fungsi) untuk menginkubasi (menumbuhkan) mikroorganisme seperti bakteri, fungi dan sel mikroba lainnya pada kondisi tertentu. Kondisi yang diatur meliputi suhu udara, kelembapan atau relative humidity (RH), dan faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme tersebut.
[sociallocker]
Alat lab yang digunakan untuk inkubasi (pengkondisian) mikroorganisme ini lebih sering ditemui di Laboratorium Mikrobiologi dibandingkan dengan laboratorium Kimia. Baca juga artikel kami tentang kategori alat laboratorium.

Inkubator Laboratorium

Gambar General Inkubator Buatan Daihan Labtech

Jika alatnya disebut dengan inkubator, maka prosesnya disebut dengan inkubasi. Inkubasi merupakan suatu  kondisi perlakuan pada mikroorganisme yang diinokulasikan pada media tumbuhnya, baik media padat ataupun media cair. Jenis media yang sering digunakan adalah dibuat dari agar, ekstrak beef, dan pepton. Setiap bahan perlu ditimbang secara cermat dengan timbangan analitik. Alat gelas yang dipakai untuk inokulasi umumnya adalah cawan petri atau tabung reaksi. Setelah diinokulasikan pada media, selanjutnya di simpan dalam inkubator dengan kondisi (suhu) tertentu.

Para peneliti dapat melihat pertumbuhan mikroorganisme secara berkala. Bisa setiap 30 menit, 60 menit, 90 menit. Faktor respon seperti jumlah koloni, warna koloni dan pH koloni dicatat dan dibuat dalam sebuah grafik pertumbuhan bakteri. Berdasarkan jumlah koloni (hitung dengan colony counter), peneliti dapat menentukan fase-fase pertumbuhan seperti, apakah fase logaritmik, fase stagnan atau fase decline. Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan mikroorganisme adalah suhu. Bila suhu inkubasi tidak sesuai dengan kondisi (suhu) optimal yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk tumbuh, maka mikroorganisme yang diinokulasikan tidak dapat tumbuh dengan baik.

Inkubator dan Laboratorium Kimia

Berbeda dengan oven, Inkubator jarang ditemui di dalam laboratorium kimia. Hal tersebut dikarenakan pengkondisian ruangan laboratorium secara keseluruhan dapat mempengarui pertumbuhan kultur (culture) mikroorganisme yang sedang dibudidayakan (cultivation). Bahan kimia yang ditempatkan di dalam laboratorium kimia dapat saja menguap dan menyebabkan kontaminasi silang. Kontaminasi tersebut terjadi misalnya saat operator (peneliti) membuka inkubator yang ditempatkan di laboratorium kimia. Untuk meminimalisir hal tersebut, maka inkubator diletakkan di dalam laboratorium biologi atau mikrobiologi.

Fungsi dan Kegunaan Inkubator Laboratorium

Fungsi inkubator yang utama adalah untuk mengontrol atau menjaga kondisi lingkungan di dalam inkubator, seperti suhu dan kelembapan.

Dengan adanya inkubator, dosen, mahasiswa dan laboran sangat terbantu ketiak melakukan penelitian  terkait dengan pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, jamur, fungi, ragi, dll). Pengaturan kondisi di dalam inkubator akan memberikan informasi tentang kondisi optimal dari pertumbuhan mikororganisme dilifat dari faktor biologis maupun secara reaksi kimia. Anda tentu dapat membayangkan penelitian terkait pengembangbiakan bakteri tanpa menggunakan bantuan alat lab berupa Inkubator Laboratorium dan hanya mengandalkan perkiraan indera manusia. Sungguh sangat sulit penelitian makhluk renik tanpa bantuan inkubator. Baca juga artikel kami tentang fungsi timbangan.

Fitur Inkubator Laboratorium

Inkubator dirancang untuk pengaturan ruang di dalamnya sesuai dengan suhu optimal, kelembaban, dan rasio oksigen (O2)dan karbondioksida (CO2). Rentang pengaturan suhu inkubator adalah mulai dari ±5°C hingga 70°C (derajat celcius). Anda dapat mengatur di suhu berapa ingin menumbuhkan mikroorganisme.

Kebanyakan inkubator dilengkapi dengan pengatur waktu (timer). Dengan mengatur berapa lama suhu berlangsung kemudia dilanjutkan dengan suhu lainnya maka inkubator perlu diprogram dengan siklus kondisi yang berbeda, baik itu temperatur maupun tingkat kelembaban.

Kapasitas inkubator pun bervariasi. Anda dapat menemukan inkubator mulai dari ukuran yang kecil sampai yang ukuran besar. Variasi ukuran inkubator adalah berdasarkan volume seperti : 9.3L, 32L, 56L, 80L, 150L, dan 300L. Selain itu beberapa inkubator juga dilengkapi dengan shaker. Silakan baca artikel kami tentang shaker laboratorium.

Jenis Inkubator Laboratorium

Ada beberapa jenis inkubator yang sering digunakan di dalam laboratorium, yaitu:

  1. Inkubator serbaguna (General Incubator)
  2. Inkubator 2 ruang (Dual Chamber Incubator)
  3. Inkubator BOD suhu rendah (Low Temperature BOD Incubator)
  4. Inkubator multi ruang (Multi Room Incubator)
  5. Inkubator Dingin Peltier (Peltier Cooled Incubator)
  6. Inkubator dengan Jaket CO2 (Air Jacket CO2 Incubator)
  7. Inkubator Goyang (g Incubator)
  8. Inkubator goyang multi-rak (Multi-Stack Shaking Incubator)

Jenis Inkubator Lainnya

Selain inkubator laboratorium, inkubator juga digunakan di Rumah Sakit dan peternakan seperti ayam, bebek dan hewan unggas lainnya. Inkubator bayi diperlukan untuk mengkondisikan bayi yang baru lahir jika bayi tersebut terlahir prematur. Bayi prematur memang memiliki keterbatasan dalam hal adaptasi dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu, inkubator bayi dapat menjadi alat bantu bagi bayi prematur untuk beradaptasi karena kondisi dalamnya dapat diatur. Inkubator di peternakan digunakan untuk menetaskan telur karena telur-telur tersebut tidak dierami oleh induknya. Kondisi pengaturannya pun dapat disamakan dengan kondisi telur ketika dierami oleh induknya
[/sociallocker]

Inkubator Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Lengkap
5 (100%) 11 votes

WhatsApp chat Hubungi kami via WA