Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer di Laboratorium

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer di Laboratorium

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen dibahas di alatalatlab.com. Kami uraikan memilih hot plate laboratorium berdasarkan lapisan atas pada pemanas. Apakah lapisan aluminium, keramik ataukah enamel yang terbaik untuk kebutuhan lab anda?

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen

Di laboratorium, hot plate memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pembakar Bunsen. Kelebihannya adalah pemanasan menggunakan hot plate merambat lebih lambat ke bahan yang dipanaskan. Berbeda dengan pembakar Bunsen yang langsung kontak dengan api sebagai sumber panas. Pemanasan yang lambat menjadi faktor penting untuk menemukan titik leleh atau titik didih (melting or boiling point) secara lebih akurat. Baca juga artikel kami tentang shaker laboratorium.

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer vs Pembakar Bunsen

Gambar ilustrasi kelebihan dan kekurangan hot plate dibandingkan dengan pembakar bunsen

Kelebihan Hot Plate Laboratorium

Hotplate lebih aman digunakan dibandingkan dengan Bunsen karena sumber panas yang berasal dari listrik tidak kontak langsung dengan bahan kimia. Berbeda dengan Bunsen yang memiliki nyala api terbuka. Padahal di dalam laboratorium terdapat bahan kimia (organik dan anorganik) yang sifatnya mudah menguap (volatile) dan sangat mudah terbakar (flammable).

Kekurangan Hot Plate Laboratorium

Salah satu kekurangan hot plate adalah pengontrolan panas yang dihasilkan agak susah. Anda perlu menggunakan thermometer untuk memeriksa suhu larutan. Hal ini karena ada perpindahan panas melalui pelat dan alat gelas sebagai wadah larutan. Oleh karena itu, saat ini dikembangkan hot plate digital yang menampilkan suhu dan kecepatan pengadukan (rpm) dalam bentuk angka digital. Baca juga timbangan digital dan timbangan analog.

Jenis Lapisan Aluminium, Keramik dan Enamel pada Hot Plate Laboratorium

Hot plate laboratorium tersedia dalam berbagai jenis. Berdasarkan lapisan atas pada pemanas (heating top style), maka variasi bahan pembuatan pelat tersebut adalah aluminium, keramik dan atau enamel. Penting untuk memperhatikan jenis lapisan pada bagian atas sebuah hot plate saat anda membeli hot plate laboratorium.

Dilansir dari globalspec.com, hot plate lab dengan lapisan pemanas berupa aluminium mampu memanaskan bahan diatasnya dengan cepat. Aluminium dapat menahan dan mendistribusikan panas dengan baik. Bahan aluminium juga mudah dibersihkan. Kelemahan aluminium adalah bahan tersebut tidak tahan ketika bersentuhan dengan bahan kimia yang sifatnya korosif (corrosive). Semua alat laboratorium dirancang dengan standar keselamatan tinggi. Jika bagian elektronik dan sirkuit di dalam hot plate kontak dengan bahan korosif maka performanya akan drop drastis. Jika anda memanaskan dan mengaduk larutan dengan bahan korosif di dalamnay (seperti asam dan basa kuat), maka pilihan terbaik adalah menggunakan hot plate dengan lapisan keramik (ceramic) atau atau enamel di bagian atasnya. Bahan keramik dan enamel tahan korosif.

Kelebihan dan Kekurangan Hot Plate Stirrer di Laboratorium
5 (100%) 3 votes

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat Hubungi kami via WA